Metode
Kami kerjakan
pekerjaannya dulu.
Vendor mulai dari rapat kebutuhan.
Kami mulai dari gudang.
01
Tiga Langkah
Berurutan. Urutannya adalah isi pesannya.
Sistem yang bagus tidak lahir dari daftar kebutuhan
Ia lahir dari orang yang sudah bosan mengerjakan hal yang sama secara manual — lalu punya kemampuan menghentikannya.
Ikut bekerja di lapangan
Pakai sistem yang ada sekarang, catat setiap tempat orang harus mengakalinya sendiri. Di situ kebutuhan yang sebenarnya berada.
HASIL: PETA ALUR + DAFTAR HAMBATAN
Bangun, pakai, perbaiki
Dipakai di pekerjaan nyata sejak versi pertama. Yang menyulitkan langsung terasa — bukan menunggu laporan keluhan tiga bulan kemudian.
HASIL: SISTEM YANG DIPAKAI, BUKAN DIPRESENTASIKAN
Serahkan seutuhnya
Kode, basis data, dokumentasi keputusan — semuanya milik Anda. Tidak ada yang disimpan supaya Anda tetap bergantung.
HASIL: KODE + BASIS DATA + 13 ADR DI TANGAN ANDA
02
Kenapa
Alasan katalog kami bisa tumbuh tanpa mengarang produk.
Yang kami jual metodenya.
WMS PLB cuma buktinya.
Kalau yang dijual produk, katalog pendek jadi kelemahan. Kalau yang dijual metode, ia jadi bukti.
Untuk bidang yang sudah ada produknya
Langkah 01 dipersingkat — kami sudah tahu alurnya. Yang tersisa menyesuaikan tarif, gudang, dan jalur persetujuan Anda.
Untuk bidang yang belum ada produknya
Langkah 01 dijual terpisah sebagai pemetaan dua minggu. Anda dapat petanya lebih dulu, sebelum berkomitmen apa pun.
Itu sebabnya halaman ini datang sebelum halaman Solusi. Bukan urutan selera — urutan itu yang membuat sistem apa pun berikutnya bisa masuk tanpa mengubah apa yang kami janjikan.
03
Hasilnya
Contoh nyata dari metode yang sama.
Satu sumber, lima keluaran
Stok gudang adalah turunan dari dokumen pabean. Bukan sebaliknya.
Setiap gerbang di atas lahir dari kesalahan yang pernah terjadi sungguhan — bukan dari daftar persyaratan.
04
Contoh
Satu keputusan nyata, beserta alasannya.
“Tidak ada yang berpikir
saya mau melihat laporan.”
Yang ada: “saya mau tahu tagihan mana yang sudah menua.”
Bulan lalu kami membongkar susunan menu sistem kami sendiri. Akar masalahnya satu kalimat: sebagian besar menu dikelompokkan berdasarkan pekerjaan, tetapi menu Laporan dikelompokkan berdasarkan bentuk keluaran — pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan siapa pun saat sedang bekerja.
Rasanya ada yang salah tempat
Laporan biaya per CBM terasa jauh dari menu keuangan, padahal yang membukanya orang yang sama.
Dikelompokkan dari bentuk, bukan pekerjaan
Ketiga laporan itu hanya membaca tabel invoice. Tidak satu pun menyentuh stok — jadi tempatnya memang bukan di sana.
Pindah ke sebelah pekerjaannya
Biaya per CBM, Umur Piutang, dan Proyeksi Arus Kas kini berada di bagian Finansial, bersama tarif dan invoice.
Pemeriksaan yang sama memunculkan hal-hal lain: dua menu yang menampilkan data sama, nama yang saling bertabrakan, dan satu peran pengguna yang belum terdaftar. Semuanya ditulis, diberi peringkat, dan diputuskan mana yang dikerjakan sekarang dan mana yang ditunda.
Beginilah bentuk hasil pemetaan
Dokumen yang Anda terima setelah dua minggu kami ikut bekerja bentuknya persis seperti itu. Kami terbitkan contohnya, dikerjakan pada sistem kami sendiri.
Vendor tidak menemukan hal semacam ini, karena vendor tidak pernah membuka menu Umur Piutang di hari Jumat sore sambil mengejar tagihan.